beda

Aku tidak harus mengerti mengapa tawanya yang bahagia itu terlihat nanar di mataku
Bagiku dunia tampak berbeda pada setiap sudut pandang individu ber-sel banyak
Bukankah semuanya memang selalu tidak sama dan berbeda?
Apalagi melalu pikiran pikiran dangkal manusia yang terkadang hanya tumbuh seujung kuku pertahun atau mungkin kurang
Tidakkah itu akan menjadi suatu diskriminasi pikiran?
Memang sudah terjadi
Ada si pintar dan si bodoh
Lebih tepatnya klasifikasi yang tak kasat dan sarat akan kedangkalan pola pikir
Aku menulis begini adanya
Tentang apa yang aku pikirkan terhadap pola pikir manusia
Yang terkadang lebih picik dari yang mereka kira
Lebih arogan dari yang mereka sadari
Dan aku tertawa ketika menyadari hal itu
Betapa banyak sekali kemunafikan yang tersembunyi dari setiap senyum ataupun gurauan seorang sahabat
Aku bukan menentang pola pikir atau adat yang kalian percaya
Aku hanya menambahkan bagaimana pola pikirku ke dalam jeda dunia


0 komentar:

Posting Komentar