Rapalan Abjad dan Waktu

Sesaat aku berhenti merapal kepungan abjad
Menarik seluruh elegi diantara bibir yang berkutat tak merapat
Disaksikan dia yang tak menyuara
Dia yang berulang kali ingin kubunuh untuk kembali ke rotasi yang sama

Aku melanjutkan
E..F..G...H..I
Dan berhenti lagi
Melihat dia yang tak jengah menunggu
Haruskah ini berjajar serapi naluri yang tak bernyali ?

Aku tak ingin melanjutkan
Hafalan itu limbung berantakan
Dan serapah tercecer berserakan

Aku tak tau pasti kapan dia akan berhenti
Sedangkan umurnya tak pernah lagi sama
Harusnya dia berhenti
Merengkuh raga yang tergerus olehnya


Elegi

Aku masih menyimpan segala yang kau anggap usai dan tak ada
Selagi raga yang hanya mampu mengecap tanpa menyuara
Mengandung janin janin keputus asaan, dan melahirkan sejumlah tanya

Aku masih ingat bagaimana ragamu luruh memelukku
Mencium setiap nukleus luka yang lama tak berlalu
Mencumbu hangat setiap kepulan dosa tanpa ragu

Dan aku masih tak mengerti
Bagaimana waktu begitu keji
Hingga aku harus menelan segumpal kenangan itu sendiri
Sedangkan kau menang dengan tawamu berdiri

Mungkin peluh egomu tak luruh
Masih menggantung di saku senja yang gemuruh
Dan aku yang masih saja tak teduh
Kebodohan untuk menunggumu kembali merengkuh


@hellobaiq :)