pukul 9

Aku masih menginginkan kata itu
Membidik..
Ada dalam tulisanku
Seperti halnya sore yang terlalu lekas
Menjadi pukul sembilan
Tebak saja sendiri
Bagaimana kesinambungan itu terjadi
Karena aku hanya menulis..
Ah.. bukan
Aku hanya meracau
Bukti kekalutan pikiran manusia yang nyata
Kenyalangan mata yang terlalu kentara
Sembari memikirkan banyaknya huruf dan kata
Yang aku sendiri tak tau bagaimana makna itu sebenarnya lahir
Atau dari janin ia mana berasal
Mungkin Tuhan tau
Ah tidak...
Dia tidak akan memberi tahu
Harusnya kuhitung saja semua
Kemudian mengepulkan dan berdiri
Dan tertawa lantang
Layaknya anjing gila mendapat tulang
Akankah itu menjadi tabu?



Teh dan segelas ampyang kacang
@hellobaiq

0 komentar:

Posting Komentar