Secerah Pagi Datang

Aku berhenti berfikir walau hanya untuk sejenak. Meregangkan otot-otot syarafku yang mulai kaku. Kulirik jam di meja belajarku, tangan si mungil itu menunjukkan pukul 12.30. Ini sudah pagi, dan mataku sama sekali belum terpejam. Kuambil kaca dan kulihat terdapat lingkaran hitam di kedua mataku.
Rrrrriiiiinnngggggg.....handphone jadulku berbunyi riang. Dengan malas kuangkat telepon.
"Halo...?" jawabku.
"Lo begadang lagi Van?" suara di sebrang.
"Penting lo telpon gue sepagi ini?" jawabku ketus.
"Lo lagi dapet ya?"......"gue cuma khawatir sama lo..belakangan ini lo sering banget tidur di kelas !".
Aku hanya terdiam.
"Vanya???......Are you still alive??".
"Iya gue masih hidup...kalo nggak ada pentingnya lo telpon gue, mending gue matiin aja deh. lo ganggu banget!!".
"Lo kenapa sih Van?, lo marah sama gue? gara-gara Firman?"
"Kalo kepentingan lo cuma itu. gue matiin."
Tuut...tut..tut..tut....sambungan telpon terputus. Dan sekarang kepalaku terasa berat. Oh dear.
***
Istirahat siangku harus kuhabiskan dengan mengepel aula. Anaconda dalam perutku sudah menyanyi riang dari tadi, dan aku baru menyelesaikan setengah aula. Sial!!.

bersambung....... 

0 komentar:

Posting Komentar