Ada

Selagi aku mengetuk buku jari keheningan
Segala laras budi ini harus tidur berangan
Dipadatkan belikat tanpa ingkaran
Goresan yang tak kunjung luruh, tapi berbalut alasan
Bersolek di depan nisan yang tak rupawan
Alangkah baik dia tak berelegi, hanya alasan
Sedikit lagi aku mati, tapi sendirinya janin surgawi luruh berantakan